Optimalisasi Pendampingan Masyarakat Terdampak Bencana di Aceh Melalui Kolaborasi Relawan, Edukasi Kesiapsiagaan, dan Penguatan Modal Sosial Komunitas

Authors

  • Ainal Mardhiah Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
  • Nurjannah Nurjannah Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
  • Fithriyah Fithriyah Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
  • Alif Aulia Syahfitra Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
  • Yuniadi Yuniadi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

DOI:

https://doi.org/10.69693/dcs.v3i2.93

Keywords:

Pendampingan Masyarakat, Bencana, Relawan, Kesiapsiagaan, Modal Sosial

Abstract

Pendampingan masyarakat terdampak bencana di Aceh menghadapi tantangan berupa kompleksitas kebutuhan penyintas, keterbatasan koordinasi ant relawan dan lembaga, belum meratanya edukasi kesiapsiagaan, serta perlunya penguatan solidaritas sosial dalam proses pemulihan. Artikel ini bertujuan menganalisis strategi optimalisasi pendampingan masyarakat melalui kolaborasi relawan, pendidikan kesiapsiagaan, dan penguatan modal sosial komunitas. Penelitian menggunakan pendekatan pengabdian kepada masyarakat dengan desain partisipatif yang mengintegrasikan pemetaan kebutuhan, koordinasi pemangku kepentingan, edukasi kebencanaan, dan penguatan kapasitas lokal. Hasil analisis disusun ke dalam empat tema utama. Pertama, penguatan koordinasi relawan melalui pembagian peran, komunikasi terpadu, dan pemetaan kebutuhan penyintas. Kedua, peningkatan edukasi kesiapsiagaan melalui pembelajaran partisipatif, simulasi evakuasi, pengenalan risiko, dan penyusunan rencana tanggap darurat keluarga. Ketiga, penguatan modal sosial melalui kepercayaan, gotong royong, jejaring komunitas, dan pelibatan tokoh lokal. Keempat, pengembangan model pendampingan berkelanjutan melalui pemantauan, evaluasi partisipatif, dan integrasi program pemulihan dengan kelembagaan masyarakat. Artikel ini menegaskan bahwa keberhasilan pendampingan tidak hanya ditentukan oleh bantuan material, tetapi juga oleh kualitas koordinasi, kapasitas menghadapi risiko, dan kekuatan hubungan sosial. Implementasinya diarahkan pada pembentukan mekanisme pendampingan berbasis komunitas yang inklusif, adaptif, terukur, dan berkelanjutan sesuai karakteristik risiko serta kebutuhan masyarakat Aceh.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2022). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). SAGE Publications. https://us.sagepub.com/en-us/nam/research-design/book270550

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2024). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (5th ed.). SAGE Publications. https://us.sagepub.com/en-us/sam/qualitative-inquiry-and-research-design/book266033

Gisevius, K., Niesters, L.-M., Larasati, A., & Braun, B. (2026). Local and translocal social capital in flood adaptation: Evidence from Indonesian coastal communities. Environmental Hazards, 25(1), 39–59. https://doi.org/10.1080/17477891.2024.2424310

Hanafiah, M. H., Muttaqim, H., Wiyata, & Yulianto, E. (2026). Exploring the role of coffee shop culture in fostering social resilience in post-tsunami Aceh, Indonesia. Local Environment, 31(5), 646–663. https://doi.org/10.1080/13549839.2025.2519357

Hidayati, D., Prasetyo, Y. E., Lassa, J., & Dalimunthe, S. A. (Eds.). (2025). Examining disaster risk reduction in Indonesia: Building social resilience. Springer Singapore. https://doi.org/10.1007/978-981-96-4182-6

Ningtias, Y. R., Noviani, R., Wijayanti, P., & Osza, A. A. (2025). Preparedness through social capital in Bengawan Solo River communities, Surakarta City. Jàmbá: Journal of Disaster Risk Studies, 17(1), Article a1857. https://doi.org/10.4102/jamba.v17i1.1857

Nurdin, M. R. (2024). Islamic faith-based organisations and their role in building social capital for post-disaster recovery in Indonesia. Disasters, 48(Suppl. 1), Article e12635. https://doi.org/10.1111/disa.12635

Qadriina, H. I., Herdiansyah, H., & Aryo, B. (2024). Does social capital play an important role in disaster recovery? A qualitative study of the 2022 Cianjur earthquake in Indonesia. Journal of Population and Social Studies, 33, 432–451. https://doi.org/10.25133/JPSSV332025.023

Rizal, E., Winoto, Y., Sugito, T., Nugroho, C., & Septian, F. I. (2025). Disaster communication in the digital age: A community-based case study of media, education, and local knowledge in Pangandaran, Indonesia. Frontiers in Communication, 10, Article 1632436. https://doi.org/10.3389/fcomm.2025.1632436

Sofyan, H., Rahmatina, G., Hidayati, A., Fisaini, J., Yolanda, Y., Arikawa, T., & Oktari, R. S. (2025). Are we prepared for the next one? Evaluating community evacuation preparedness 20 years after the Indian Ocean tsunami. International Journal of Disaster Risk Reduction, 121, Article 105430. https://doi.org/10.1016/j.ijdrr.2025.105430

Utariningsih, W., Novalia, V., & Saifullah, T. (2023). Mitigation and community preparedness in anticipating tsunami disasters in Muara Batu, Aceh. Jàmbá: Journal of Disaster Risk Studies, 15(1), Article a1542. https://doi.org/10.4102/jamba.v15i1.1542

Downloads

Published

30-10-2026

How to Cite

Optimalisasi Pendampingan Masyarakat Terdampak Bencana di Aceh Melalui Kolaborasi Relawan, Edukasi Kesiapsiagaan, dan Penguatan Modal Sosial Komunitas. (2026). Journal of Digital Community Services , 3(2), 309-319. https://doi.org/10.69693/dcs.v3i2.93