Digital Branding Cendawan Galeme sebagai Ramuan Tradisional melalui Pendekatan Etnomedisin

Authors

  • Arief Irvan Institut Seni Indonesia Padangpanjang
  • Basyarul Aziz Institut Seni Indonesia Padangpanjang
  • Shinta Oktavia Institut Seni Indonesia Padangpanjang
  • Suci Hidayanti Institut Seni Indonesia Padangpanjang
  • Muhammad Andre Syaputra Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.69693/dcs.v3i2.76

Keywords:

Cendawan Galeme, Digital Branding, Etnomedisin, Pemberdayaan Masyarakat, Participatory Action Research

Abstract

Cendawan Galeme merupakan potensi lokal masyarakat Jorong Data Simpang Dingin, Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yang pengetahuan mengenai habitat, musim tumbuh, cara panen, pengolahan, dan pemanfaatannya diwariskan secara turun-temurun sebagai bagian dari etnomedisin. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam membangun identitas digital Cendawan Galeme melalui Instagram tanpa memisahkan produk dari nilai budaya dan pengetahuan lokal. Pendekatan yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) model Kemmis dan McTaggart yang berlangsung secara siklik melalui tahapan planning, action, observation, dan reflection, dengan masyarakat diposisikan sebagai mitra aktif. Kegiatan lapangan dilaksanakan pada 14 dan 21 Juli serta 4 Agustus 2026, mencakup penyusunan modul pelatihan, diskusi partisipatif, pengembangan identitas visual/logo, praktik fotografi dan desain Canva, penulisan caption berbasis pengetahuan lokal, serta evaluasi tertulis dan digital melalui QR Code. Hasil kegiatan menunjukkan tersusunnya modul pelatihan, terlaksananya diskusi partisipatif lintas generasi, berkembangnya identitas visual produk, serta aktifnya akun Instagram @galeme_datasimpangdingin. Refleksi kegiatan menemukan perlunya harmonisasi ejaan nama merek antara “Galame” dan “Galeme” yang masih inkonsisten pada logo, akun, dan materi promosi, sehingga menjadi agenda revised planning pada siklus berikutnya. Kegiatan ini menunjukkan bahwa PAR memberi kerangka yang sesuai untuk menghubungkan pengetahuan lokal dengan keterampilan komunikasi digital secara partisipatif dan berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Almos, P. (2015). Leksikon etnomedisin dalam pengobatan tradisional Minangkabau. Jurnal Arbitrer, 2 (1), 1–10. https://doi.org/10.25077/ar.2.1.1-10.2015 DOI: https://doi.org/10.25077/ar.2.1.44-53.2015

Aziz, B., & Resiana, A. (2025). Edukasi peningkatan pelestarian konservasi penyu melalui permainan Lego Bricks di Desa Apar Kota Pariaman. PaKMas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5 (2), 566–575. https://doi.org/10.54259/pakmas.v5i2.4063 DOI: https://doi.org/10.54259/pakmas.v5i2.4063

Erdiana, N., & Yurisma, D. Y. (2022). The effect of digital marketing and brand image on purchase decisions of MSMEs products during the COVID-19 pandemic. International Journal of Social Science and Business, 6 (4), 487–494. https://doi.org/10.23887/ijssb.v6i4.45891

Fuadi, D. S., Akhyadi, A. S., & Saripah, I. (2021). Systematic review: Strategi pemberdayaan pelaku UMKM menuju ekonomi digital melalui aksi sosial. Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 5 (1), 1–13. https://doi.org/10.21831/diklus.v5i1.37122 DOI: https://doi.org/10.21831/diklus.v5i1.37122

Gensler, S., Völckner, F., Liu-Thompkins, Y., & Wiertz, C. (2013). Managing brands in the social media environment. Journal of Interactive Marketing, 27 (4), 242–256. https://doi.org/10.1016/j.intmar.2013.09.004 DOI: https://doi.org/10.1016/j.intmar.2013.09.004

Hidayat, R., & Pertiwi, L. (2022). Pengaruh nilai budaya terhadap strategi pemasaran dalam industri kreatif di Indonesia. Jurnal Bisnis dan Manajemen, 14 (2), 73–89. https://doi.org/10.21009/jbm.v14i2.1023

Keller, K. L. (2009). Building strong brands in a modern marketing communications environment. Journal of Marketing Communications, 15 (2–3), 139–155. https://doi.org/10.1080/13527260902757530 DOI: https://doi.org/10.1080/13527260902757530

Kemmis, S., & McTaggart, R. (1988). The action research planner (3rd ed.). Deakin University.

Kemmis, S., & McTaggart, R. (2014). Participatory action research: Communicative action and the public sphere. Cambridge University Press.

Kusuma, D., & Rahayu, P. (2020). Strategi storytelling dalam penguatan brand produk berbasis budaya lokal. Jurnal Komunikasi Kreatif, 8 (1), 56–68. https://doi.org/10.31504/jkk.v8i1.2134

Maxwell, T. W. (2003). Action research for Bhutan? Rabsel: The CERD Educational Journal, 3 , 1–20.

McTaggart, R. (1994). Participatory action research: Issues in theory and practice. Educational Action Research, 2 (3), 313–337. https://doi.org/10.1080/0965079940020302 DOI: https://doi.org/10.1080/0965079940020302

Silalahi, M. (2016). Studi etnomedisin di Indonesia dan pendekatan penelitiannya. Jurnal Dinamika Pendidikan, 9 (3), 117–124. https://doi.org/10.33541/jdp.v9i3.445

Tim Pengabdian Dosen Antropologi Budaya ISI Padangpanjang. (2026). Modul pelatihan digital branding identity Cendawan Galeme sebagai ramuan tradisional Tamakan dengan pendekatan etnomedisin di Jorong Data Simpang Dingin, Paninjauan, Sumatera Barat [Dokumen internal]. Institut Seni Indonesia Padangpanjang.

Wiguna, I. M. A., Suardana, I. B. R., & Astawa, I. N. D. (2025). Digital branding implementation for MSMEs sustainability in Bali tourism villages. International Journal of Tourism and Hospitality Management, 8 (1), 78–89.

Wijayanti, A. S., & Hapsari, N. (2024). Revitalisasi budaya lokal melalui digital storytelling dalam ekonomi kreatif. Jurnal Inovasi Sosial dan Humaniora, 3 (1), 33–48.

Downloads

Published

08-09-2026

How to Cite

Digital Branding Cendawan Galeme sebagai Ramuan Tradisional melalui Pendekatan Etnomedisin. (2026). Journal of Digital Community Services , 3(2), 190-200. https://doi.org/10.69693/dcs.v3i2.76