Pengembangan Klaster Pertanian Padi Ramah Lingkungan Berbasis Inovasi Biofarm Di Subak Bengkel, Kabupaten Tabanan

Authors

  • Indah Prihartini Universitas Muhammadiyah Malang
  • Aulia Zakia Universitas Muhammadiyah Malang
  • Isnani Dzuhrina Universitas Muhammadiyah Malang

DOI:

https://doi.org/10.69693/dcs.v3i2.62

Keywords:

Klaster Pertanian, Padi Organik, Subak Bengkel, Biofarm, Produktivitas

Abstract

Tujuan utama kegiatan adalah terbentuk nya klaster pangan berbasis pertanian padi ramah lingkungan dari hulu sampai hilir. Produksi saprodi berbasis bahan baku lokal, perbaikan   produktiftas lahan, tanaman dan lingkungan serta peningkatan kualitas gabah dan beras ramah lingkungan. Permasalahan utama mitra adalah belum terintegrasi unit di hulu, budidaya dan hilir dari 2 Desa yang ada di wilayah Subak Bengkel. Sehingga perlu dibentuk klaster hulu sampai dengan hilir dengan mensinergikan Bumdes, Subak dan Gapoktan. Klaster yang akan di kembangkan adalah klaster pangan dengan Subak sebagai inti manajemen klaster. Penurunan produktifitas lahan, tanaman dan lingkungan perlu teknologi yang dapat memberikan solusi secara holistik dan kompreensif. Salah satu teknologi yang mendukung program pengembangan klaster pertanian organik ramah lingkugan adalah inovasi Biofarm. Aplikasi inovasi Biofarm dilakukan pada perbaikan kesuburan lahan, bioremediasi air, produktifitas tanaman, pengendalian hama penyakit dan lingkungan.  Inovasi biofarm juga dapat digunakan untuk permasalahan pengolahan sampah yang perlu waktu lama dan kualitas rendah. Metode kegiatan yang digunakan adalah sosialisasi, pelatihan, sekolah lapang dan pendampingan terkait persiapan Saprodi maupun teknis budidaya pada khalayak sasaran yg sudah di tentukan. Luaran program adalah terbentuk klaster sinergi Bumdes, Subak dan Gapoktan dengan sinergi kegiatan dari hulu sampai dengan hilir. Produksi saprodi pupuk organik padat (POP), pupuk organik cair (POC), Pestisida Nabati (Pesnab) dan ZPT organik dari Bumdes (Unit TPST3R) untuk kebutuhan petani anggota Subak. Demplot padi organik 3 Ha sebagai laboratorium lapang petani Subak dan perbaikan kualitas beras yang dihasilkan Unit Pengolahan Beras (Gapoktan).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amaral, N. P. A., Pratiwi, L. P. K., & Sukanteri, N. P. (2023). Peranan kelompok tani dalam pengembangan pertanian berbasis organik. Media Agribisnis, 7(2), 49–58. https://doi.org/10.35326/agribisnis.v7i2.4625 DOI: https://doi.org/10.35326/agribisnis.v7i2.4625

Geria, I. M., Sumardjo, S., Sutjahjo, S. H., Widiatmaka, W., & Kurniawan, R. (2019). Subak sebagai benteng konservasi peradaban Bali. AMERTA, 37(1), 39–54. https://doi.org/10.24832/amt.v37i1.39-54 DOI: https://doi.org/10.24832/amt.v37i1.39-54

Lestari, P. F. K., Windia, W., & Astiti, N. W. S. (2015). Penerapan Tri Hita Karana untuk keberlanjutan sistem Subak yang menjadi warisan budaya dunia: Kasus Subak Wangaya Betan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Jurnal Manajemen Agribisnis, 3(1), 22–33.

Nadalia, D., Hidayat, Y., & Purwakusuma, W. (2024). Sosialisasi budidaya padi organik dataran tinggi di Kabupaten Tasikmalaya. Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 10(1), 51–58. https://doi.org/10.29244/agrokreatif.10.1.51-58 DOI: https://doi.org/10.29244/agrokreatif.10.1.51-58

Pawitri, G., Budiraharjo, K., & Setiawan, B. M. (2021). The production efficiency in organic rice farming. SOCA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 15(3), 450–457. https://doi.org/10.24843/SOCA.2021.v15.i03.p03 DOI: https://doi.org/10.24843/SOCA.2021.v15.i03.p03

Rabbaniyah, T. F., Irianto, H., & Qonita, R. R. A. (2021). Analisis efisiensi pemasaran beras organik petani anggota Aliansi Petani Padi Organik Boyolali (APPOLI). Agrista, 9(1), 23–34.

Sari, T. M., Dewi, A. F., Solihah, L., & Ariani, A. (2023). Pelatihan pembuatan pupuk organik cair dari limbah budidaya udang Vaname di kelompok pembudidaya ikan Mina Bahari. DEDIKASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1), 19–24. https://doi.org/10.32332/d.v5i1.5444 DOI: https://doi.org/10.32332/d.v5i1.5444

Supriyadi, S., Vera, I. L. P., & Purwanto, P. (2021). Soil quality at rice fields with organic, semi-organic and inorganic management in Wonogiri Regency, Indonesia. Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture, 36(2), 259–269. https://doi.org/10.20961/carakatani.v36i2.42556 DOI: https://doi.org/10.20961/carakatani.v36i2.42556

Syamsiyah, J., Ariyanto, D. P., Komariah, K., Herawati, A., Dwisetio, P. K., Sari, S. I., Salsabila, H. A., Herdiansyah, G., Hartati, S., & Mujiyo, M. (2023). Temporal variation in the soil properties and rice yield of organic rice farming in the tropical monsoon region, Indonesia. SAINS TANAH: Journal of Soil Science and Agroclimatology, 20(2), 231–239. https://doi.org/10.20961/stjssa.v20i2.71431 DOI: https://doi.org/10.20961/stjssa.v20i2.71431

Trigunasih, N. M., Pramesti, A. A. I. A., Sari, N. B. K., & Pribadi, P. Y. (2021). Sistem informasi Subak berbasis Web GIS (Geography Information System) dalam menunjang pertanian berkelanjutan di Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Nandur, 1(4), 196–204.

Upe, A., & Asrijal, A. (2021). [Artikel mengenai penggunaan pupuk organik hayati pada tanaman padi]. Jurnal Tanaman Pangan dan Hortikultura.

Windia, W. (2018). Kebertahanan Subak di era globalisasi. Jurnal Bali Membangun Bali, 1(2), 125–144. https://doi.org/10.51172/jbmb.v1i2.27 DOI: https://doi.org/10.51172/jbmb.v1i2.27

Wiranti, N. P. S., Suamba, I. K., & Djelantik, A. A. A. W. S. (2022). Perbandingan produksi dan keuntungan petani padi organik dan padi anorganik (Studi kasus Subak Wongaya Betan, Desa Mangesta, Kabupaten Tabanan). Jurnal Agribisnis dan Agrowisata, 11(1), 383–392. https://doi.org/10.24843/JAA.2022.v11.i01.p35 DOI: https://doi.org/10.24843/JAA.2022.v11.i01.p35

Downloads

Published

26-08-2026

How to Cite

Pengembangan Klaster Pertanian Padi Ramah Lingkungan Berbasis Inovasi Biofarm Di Subak Bengkel, Kabupaten Tabanan. (2026). Journal of Digital Community Services , 3(2), 76-87. https://doi.org/10.69693/dcs.v3i2.62