Mempertahankan Identitas Budaya Benjang Gelut di Tengah Modernisasi Olahraga Prestasi

Authors

  • Nuhrodin Nuhrodin Universitas Al-Ghifari
  • M. Afdhal Abdiansyah Universitas Al-Ghifari
  • Syiti Nabila Universitas Al-Ghifari
  • Nailul Hidayat Universitas Al-Ghifari
  • Ridwan Taufik Universitas Al-Ghifari
  • Dina Fitriyana Universitas Al-Ghifari
  • Muhammad Ridwan Universitas Al-Ghifari
  • Lutpi Nur Alif Universitas Al-Ghifari
  • M. Andi Setiawan Universitas Al-Ghifari
  • Muhammad Iksal Nur Kamil Universitas Al-Ghifari
  • Rizky Sany Paturohman Universitas Al-Ghifari
  • Nathania Widyaningsih Universitas Al-Ghifari
  • Muhamad Rizki Universitas Al-Ghifari

DOI:

https://doi.org/10.69693/dcs.v3i2.59

Keywords:

Benjang Gelut, Olahraga Tradisional, Pelestarian Budaya, Identitas Budaya

Abstract

Kesenian Benjang Gelut di Ujungberung, Bandung Timur, menghadapi tantangan serius akibat arus modernisasi yang mengedepankan kepraktisan, termasuk wacana penggantian musik pengiring langsung (waditra) dengan rekaman audio digital. Fenomena ini berpotensi mengikis identitas budaya dan nilai filosofis asli yang melekat pada tradisi tersebut. Beranjak dari keprihatinan sosiologis tersebut, langkah nyata diambil untuk merangkul, mengedukasi, serta memberdayakan tokoh masyarakat, pelatih, dan atlet muda dalam merumuskan strategi ketahanan budaya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam bersama sesepuh dan pelatih nasional Benjang Gelut, serta observasi lapangan di Cinunuk. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa meskipun transformasi Benjang Gelut menjadi cabang olahraga prestasi di bawah KORMI memberikan banyak keuntungan bagi generasi muda seperti jalur beasiswa dan prestasi, kehadiran waditra secara langsung mutlak dipertahankan. Instrumen musik ini bukan sekadar pelengkap panggung, melainkan sistem tanda yang merepresentasikan harmoni yang setiap ketukan memiliki makna kosmologis. Melalui pendampingan, generasi muda menyadari pentingnya musik tradisional dan prosesi ngibing sebagai sarana ngaji diri serta penerapan filosofi "bersih hate, handap asor" agar tidak hanya fokus mengejar medali. Kesimpulannya, perpaduan antara prestasi olahraga modern dan pelestarian seni tradisional ini mampu memastikan Benjang Gelut tetap berkembang tanpa kehilangan jati diri aslinya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anji, M. (2024). Transformasi KORMI, Komite Olahraga Masyarakat yang Menjaga Tradisi dan Kebugaran. SatumenitNews. https://satumenitnews.com/transformasi-kormi-komite-olahraga-masyarakat-yang-menjaga-tradisi-dan-kebugaran/

Azzahro, F. R. (2023). 15 Daftar Warisan Budaya Tak Benda Kota Bandung. DetikJabar. https://www.detik.com/jabar/budaya/d-6931738/15-daftar-warisan-budaya-tak-benda-kota-bandung

Darwin, I. S., & Darmaputra, P. A. (2025). Prediction of the Zonification Models in Eastern Peri-urban Area of Bandung City. Jurnal Sosioteknologi Institut Teknologi Bandung, 24(1). https://doi.org/https://doi.org/10.5614/sostek.itbj.2025.24.1.6 DOI: https://doi.org/10.5614/sostek.itbj.2025.24.1.6

Dewiyanti, V. R. (2018). PERKEMBANGAN URBAN SPRAWL KAWASAN BANDUNG TIMUR KOTA BANDUNG [UPI]. https://repository.upi.edu/45589/

Hall, S. (n.d.). Cultural Identity and Diaspora. 222–237.

Husnayain, K. yasyfa. (2020). Benjang. Budaya Indonesia. https://budaya-indonesia.org/benjang

Maryam, S. A. (2025). Uniknya olahraga seni Benjang asal Jawa Barat dalam FORNAS VIII NTB, Budaya bela diri seperti sumo Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul "Uniknya olahraga seni Benjang asal Jawa Barat dalam FORNAS VIII NTB, Buda. Lombok Insider. https://www.lombokinsider.com/ntb/15515640299/uniknya-olahraga-seni-benjang-asal-jawa-barat-dalam-fornas-viii-ntb-budaya-bela-diri-seperti-sumo

Paramitha, T & Suparman, A. (2019). 13 Kesenian Asal Jawa Barat Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Takbenda. Viva.Cod. https://www.viva.co.id/gaya-hidup/inspirasi-unik/1182900-13-kesenian-asal-jawa-barat-ditetapkan-jadi-warisan-budaya-takbenda#goog_rewarded

Putra, W. (2025). Mengenal Kesenian Benjang yang Populer di Bandung Timur. DetikJabar. https://www-detik-com.cdn.ampproject.org/v/s/www.detik.com/jabar/budaya/d-7757162/mengenal-kesenian-benjang-yang-populer-di-bandung-timur/amp?amp_gsa=1&amp_js_v=a9&usqp=mq331AQIUAKwASCAAgM%3D#amp_tf=Dari %251%24s&aoh=17847911009763&referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&ampshare=https%3A%2F%2Fwww.detik.com%2Fjabar%2Fbudaya%2Fd-7757162%2Fmengenal-kesenian-benjang-yang-populer-di-bandung-timur

Rosmayanthi. (2025). Uniknya Olahraga Seni Benjang Hingga Membuat Ketua Korminas Abdul Hakim dan Ketua Panitia Pusat Ibnu Riza Terpukau. LombokPost. https://lombokpost.jawapos.com/ntb/2507310031/uniknya-olahraga-seni-benjang-hingga-membuat-ketua-korminas-abdul-hakim-dan-ketua-panitia-pusat-ibnu-riza-terpukau

Shafa, Z. T., Ardyansyah, M. S., Raihana, F., & Chalisa, Z. B. (2025). Benjang Ujung Berung : Melestarikan Budaya , Menjaga Identitas Nasional. 4, 1–9. DOI: https://doi.org/10.47134/jpn.v2i4.1642

T, R. I. (2019). Generasi Muda dan Seni Tradisi (Studi Kasus di Kawasan Cisaranten Wetan, Bandung). JPKS (Jurnal Pendidikan Dan Kajian Seni), 1(9). https://doi.org/https://dx.doi.org/10.30870/jpks.v4i1.6846 DOI: https://doi.org/10.30870/jpks.v4i1.6846

Wahyuni, A. P., Lahpan, N. Y. K., & Yuningsih, Y. (2021). SENI BENJANG GULAT SEBAGAI SIMBOL IDENTITAS BUDAYA MASYARAKAT UJUNG BERUNG. Jurnal Budaya Etnika, 5(1). https://doi.org/https://doi.org/10.26742/be.v5i1.1590 DOI: https://doi.org/10.26742/be.v5i1.1590

Downloads

Published

01-09-2026

How to Cite

Mempertahankan Identitas Budaya Benjang Gelut di Tengah Modernisasi Olahraga Prestasi. (2026). Journal of Digital Community Services , 3(2), 104-110. https://doi.org/10.69693/dcs.v3i2.59