Pembinaan Kelompok Tani Pengendalian Hama Tikus dengan Metode Gropyokan di Desa Sidowaluyo Kecamatan Sidomulyo
DOI:
https://doi.org/10.69693/dcs.v2i2.29Keywords:
Pembinaan, Hama Tikus, GropyokanAbstract
Serangan hama tikus sawah di Desa Sidowaluyo menjadi salah satu momok bagi para petani. Hal ini karena tikus secara partisipatif menunjukkan serangan yang cukup berat diantara desa lainnya, di Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan. Hama tikus ini menyebabkan banyak padi yang rusak bahkan diperkirakan gagal panen. Hama tikus sawah (Rattus argentiventer) yang merupakan hama utama tanaman padi di desa Sidowaluyo ini harus menjadi perhatian khusus. Kegiatan ini bertujuan mengendalikan hama tikus sawah di Desa Sidowaluyo dengan cara gropyokan. Metode gropyokan adalah cara tradisional untuk membasmi hama tikus sawah secara gotong royong. Kegiatan dimulai melalui sosialisasi mengatasi permasalahan dengan metode FGD (Forum Grup Discussion) guna menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan agar lebih mudah dipahami dan dapat merubah paradigma masyarakat dalam kepasrahannya terhadap masalah ini, sehingga tidak sampai menurunkan hasil panen mereka. Pengendalian dilakukan di petak sawah milik petani yang diserang OPT (organisme perusak tanaman) hama tikus ini. Pembinaan pengendalian hama ini dengan metode pelaksanaan gropyokan yang dipadukan dengan pengemposan belerang pada wilayah yang sulit dijangkau atau dibongkar seperti di bagian tanggul , serangkaian kegiatan dapat membasmi atau mengusir tikus yang ditandai dengan banyaknya tikus yang tertangkap atau mati. Hasil pembinaan dalam mengendalikan hama tikus ini dapat direalisasikan dengan gropyokan dan diharapkan dapat menjadi contoh bagi petani lain dalam mengendalikan serangan tikus sawah.
Downloads
References
Bari IN. 2017. Pengaruh Suara Predator terhadap Metabolisme dan Aktivitas Harian Tikus Sawah (Rattus argentiventter) di Laboratorium. Jurnal Agrikultura. 28(3): 157-160. DOI: https://doi.org/10.24198/agrikultura.v28i3.15749
Hussain A. 2019. Desa di Klaten ini khusus membeli tikus hasil gropyokan petani. Suara merdeka. Solo.
Isnani T. 2016. Perilaku tikus di daerah beresiko leptospirosis. Jurnal Ekologi Kesehatan. Vol 15 (2). doi: 10.22435/jek.v15i2.4532.107-114 DOI: https://doi.org/10.22435/jek.v15i2.4532.107-114
Istiaji, B., Priyambodo, S., Sanmas, A.A., Rosidah, A., Ardella, A., Primadani, D.K., Ramadhani, D.A., Sukmawati, I., Pratiwii, L.D., Fauzana, N., dan Nurhawati, T. 2020. Efektivitas Kegiatan Gropyokan Tikus Sawah ( Ratuus argentiventer) di Desa Bener, Kabupaten Klaten. Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat. 2 (2) : 163-168.
Ristiyanto, Handayani F.D, Boewono D.T, Heriyanto B. 2014. Penyakit Tular Tikus. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Sudarmaji, dan Herawati N.A. 2017. Perkembangan populasi tikus sawah pada lahan sawah irigasi dalam pola indeks pertanaman padi 300. Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan. 1(2):125-132. DOI: https://doi.org/10.21082/jpptp.v1n2.2017.p125-131
Sudarmaji. 2017. Pengendalian hama tikus terpadu untuk mendukung P2BN (Peningkatan produksi beras nasional). Direktorat perlindungan tanaman. Direktorat jenderal tanaman pangan, Jakarta.
Yusuf, A., Mulyawan, M.K., Royanah, dan Turhanum. 2022. Edukasi Strategi Adaptif bagi Petani Desa Gambarsari dalam Upaya Pengendalian Hama Tikus sebagai Persiapan Musim Tanam. Prosiding Kampelmas. 1 (2) : 677-686.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Journal of Digital Community Services

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.










