Sosialisasi Anti-Bulying:Membangun Lingkungan Sekolah yangAman dan Inklusif
DOI:
https://doi.org/10.69693/dcs.v2i1.26Keywords:
Anti-Bullying, Lingkungan Sekolah, InklusifAbstract
Bullying merupakan permasalahan serius yang dapat berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis, sosial, dan akademik siswa. Lingkungan sekolah yang aman dan inklusif menjadi faktor penting dalam mencegah perilaku bullying serta menciptakan suasana belajar yang nyaman bagi seluruh siswa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman guru serta siswa mengenai pentingnya pencegahan dan penanganan bullying melalui sosialisasi anti-bullying. Kegiatan ini dilakukan di SD Negeri 094147 Sibungabunga dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi interaktif. Metode ceramah digunakan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang definisi, bentuk, faktor penyebab, dampak, serta strategi pencegahan bullying. Sedangkan diskusi interaktif diterapkan agar peserta dapat lebih aktif dalam memahami materi melalui berbagi pengalaman dan pemecahan kasus secara bersama-sama. Guru dibekali dengan strategi pengelolaan kelas yang mendukung inklusivitas dan pencegahan bullying, sementara siswa diajak untuk memahami pentingnya sikap empati, keberanian melaporkan kasus bullying, serta menciptakan budaya sekolah yang saling menghargai. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki peningkatan pemahaman terkait bullying serta kesadaran akan peran mereka dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman. Melalui pendekatan ini, diharapkan budaya anti-bullying dapat terus dikembangkan dan diterapkan secara berkelanjutan di sekolah, sehingga tercipta lingkungan belajar yang lebih positif, nyaman, dan inklusif bagi seluruh siswa.
Downloads
References
Fitri, A. N., Suriah, & Nasir, S. (2022). Edukasi Menggunakan Kartu Kuartet Terhadap Pencegahan Perilaku Bullying Pada Siswa SMP Islam. Hasanuddin Journal of Public Health, 3(3), 292–300. https://doi.org/10.30597/hjph.v3i3.20852 DOI: https://doi.org/10.30597/hjph.v3i3.20852
Halima, A., Khumas, A., & Zainuddin, K. (2021). Sipakatau, Sipakainge, Sipakalebbi: Sebuah Nilai Budaya untuk Upaya Pencegahan Bullying dengan Memaksimalkan Peran Bystander. Indonesian Psychological Research, 3(2), 82–90. https://doi.org/10.29080/ipr.v3i2.549 DOI: https://doi.org/10.29080/ipr.v3i2.549
Maárif, I. B., Bahtiar, Y., Khotimah, K., & Hanifah. (2024). Sosialisasi Stop Bullying Di Madrasa Ibtidaiyah Kh.sundusin Sidomulyo Megaluh Jombang. Abdimas Iptek, 4(1), 17. https://doi.org/10.53513/abdi.v4i1.9531 DOI: https://doi.org/10.53513/abdi.v4i1.9531
Maryam, S., & Fatmawati. (2018). Kematangan Emosi Remaja Pelaku Bullying. Jurnal Kajian Bimbingan Dan Konseling, 3(2), 69–74. https://doi.org/https://doi.org/10.17977/um001v3i22018p069 DOI: https://doi.org/10.17977/um001v3i22018p069
Syajuananda, D. P., & Tirtayani, L. A. (2022). Survei Pengetahuan Guru Mengenai Tindakan Bullying di Taman Kanak-Kanak. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha, 10(2), 245–254. https://doi.org/10.23887/paud.v10i2.48857 DOI: https://doi.org/10.23887/paud.v10i2.48857
Widarti, & Umami, M. (2024). Analisis Bullying antar Siswa Kelas II di MIN 3 Semarang. Afeksi: Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan, 5(1), 22–32. https://doi.org/10.35672/afeksi.v5i1.210 DOI: https://doi.org/10.35672/afeksi.v5i1.210
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Journal of Digital Community Services

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.










